![]() |
| Hak milik Hamba Allah |
Aku malu jika aku hidup di zaman Rasulullah
Dimana para sahabiyah menanamkan prinsip di dalam dirinya "sami'na wa atho'na"
(Kami dengar dan kami taat) tanpa banyak tanya
Aku malu kerana aku merasakan mereka akan berkata pada aku : "wahai wanita akhir zaman tidakkah kamu lihat kami sanggup mengorbankan segalanya demi mematuhi perintah Rabb. Kami menutup aurat dengan sempurna setelah QS.Al-Ahzab:59 turun, tapi apa yg kamu lakukan dgn dirimu??? Kamu ingin kembali berpakaian ala jahiliyah. Walaupun kamu mengatakan kamu mengenakan hijab tetapi kamu sebenarnya sudah jauh dari syariat. Kamu menutup aurat atau membalut aurat?”
Aku sebenarnya malu mengaku tinggal di Malaysia.
Akhawat2 yg tinggal di Prancis (negara kafir) berjuang mati2an untuk mengenakan hijabnya
Tapi di negeri ini yg katanya negara berpenduduk muslim tapi
Muslimah di sini membuka auratnya tanpa rasa malu. Kalaupun mengenakan hijab tapi penuh tabarruj. Semakin banyak trend yang kononnya dikatakan busana muslimah tapi sebenarnya sedah jauh terpesong dan melanggar syariat
Syaitan tertawa karena masih tetap menang. Hakikatnya menutup aurat bagi kita hanyalah dengan memakai tudung semata-mata. Kaki terbuka. Tangan terdedah. Tudung tak melebihi paras dada.
Aturan Allah dikatakan rumit dan berat, padahal suruhan Allah itu akan lebih mudah dijalani bagi hati yg lapang menerima Al-haq (kebenaran).
Masih perlu berapa banyak alasan lagikah untuk menerima dan menjalankan perintah Allah? Kenapa Allah melaknat kaum Yahudi dalam kisah di surah Al-Baqarah, karena mereka tetap membangkang walaupun dilarang, lantang melawan walaupun ditegur, beribu-ribu alasan dicipta, juga pintar memutarbelitkan syariat, maka jangan sampai kita menjadi seperti mereka…
Muslimah...
Tak perlu berbalut dengan sutera untuk kelihatan indah. Cukup jubah longgar yang memantulkan kemuliaan peribadi.
Muslimah..
Tak pelu mendongakkan kepala untuk menyirat
kehormatan…
kerana tunduknya hati dan pandangan akan menempatkan diri pada kemuliaan…
Muslimah...
Tak perlu berhiaskan intan berlian untuk meraih keanggunan……
kerana cahaya kesabaran sudah cukup meluruhkan kilaunya dan hitungan tasbih di ruas jarinya mulai menghitung nilai akhlaknya.
Titian menuju ridha-Mu
memang perit. Payah. Penuh rintangan tapi penghujungnya indah. Terlalu indah.
Perjalanan ke sana sungguh panjang dan meletihkan
hanya mendung dan pelangi, hanya gelap dan terang saling berganti menyapanya……
Bahagia itu sederhana...
Sesederhana hujan menyiram bumi yang gersang.
Sesederhana pelangi yang tersenyum di balik hujan
Bahagia itu tidak dapat di ukur dengan seberapa puas senyum kita, tapi seberapa banyak orang yang bisa kita buat tersenyum puas karena kita
Kalau ditanya dimana letak kebahagian seorang muslimah ??
Jawabannya ada disebalik istiqomah & keikhlasannya menjalankan perintah Allah. Pakaian yang dipakai cukup sederhana. Menggambarkan keikhlasan hati yang terikat cinta pada Ilahi. Istiqamah seorang muslimah yang mengikut syariat walau dicaci, dimaki. insyaAllah, kebahagiaan menanti untuk muslimah yang istiqamah dan ikhlas.
.jpg)
No comments:
Post a Comment